Terra Beli Bitcoin Lagi Hari Ini, Lebih Dari 2485 BTC

masihnyata.com – Terra membeli Bitcoin lagi hari ini, lebih dari 2485 BTC. Total saldo adalah 27.439,9 BTC (US$1,2 miliar).

Membuka pekan terakhir Maret 2022, pagi hari ini, Senin (28/3/2022), harga Bitcoin melonjak menjadi US$47.700. Sementara itu, Terra Foundation tampaknya “menepati janjinya” terus membeli Bitcoin.

Terpantau hari ini pukul 11.39 WIB, berdasarkan address BTC yang telah dikonfirmasi sebelumnya oleh Bos Terraform Labs, Do Kwon, pembelian Bitcoin terbaru hari ini lebih dari 2485 BTC: pukul 11.12 WIB (497 BTC), pukul 11.10 WIB (997 BTC) dan pukul 11:14 WIB (991 BTC). Total saldo adalah 27.439.9 BTC (US$1,2 miliar) dan kemungkinan besar akan terus bertambah.

Pada 14 Maret 2022, Do Kwon Pendiri Terraform Labs (perusahaan di bawah payung Luna Foundation Guard [LFG]) mengatakan di Twitter, LFG menambah saldo BTC mereka hingga setara US$10 miliar. BTC itu akan digunakan sebagai underlying asset untuk stablecoin USDTerra.

Pada 22 Maret 2022 lewat unggahan di Twitter, Kwon memastikan lagi, bahwa sasaran pembelian BTC US$10 miliar adalah jangka panjang. Jangka pendek adalah setara US$3 miliar. Pembelian dilakukan secara bertahap.

Hingga 23 Maret 2022, Kwon baru memastikan kepada publik, bahwa ada 1 address Bitcoin bc1q9d4ywgfnd8h43da5tpcxcn6ajv590cg6d3tg6axemvljvt2k76zs50tv4q, “tempat bersemayamnya” BTC milik LFG. Hal itu dipastikan kepada media siber ternama Bitcoin Magazine.

Terra Beli Bitcoin untuk Apa?

Berbeda dengan USDT, mekanisme penerbitan UST berdasarkan cadangan aset bernilai dolar yang “diklaim benar”, USDT memilih sistem algoritmik, alias murni berdasarkan pemrograman khusus, dalam relasinya dengan permintaan dan penawaran kripto LUNA di pasar.

Perihal tentang bagaimana yayasan akan mendapatkan US$3 miliar, dilansir dari TheBlock, Kwon mengatakan LFG telah mengumpulkan US$1 miliar melalui penjualan over-the-counter LUNA dan dibelikan Bitcoin.

Baca Juga :   Harga Bitcoin Turun Mendekati Support, Bos Rekeningku: Pasar Masih Tak Pasti

Hal lain US$1,2 miliar lagi dengan menjual UST menjadi USDT. Kwon menambahkan bahwa yayasan akan membutuhkan US$800 juta lagi untuk memenuhi target US$3 miliar.

Menurut Kwon, pembelian ini akan menjadi satu bagian dari rencana jangka panjang Terra untuk mengumpulkan US$10 miliar cadangan Bitcoin untuk UST.

Kwon menjelaskan, bahwa untuk mencapai sasaran itu, stablecoin dapat menyisihkan sebagian dari seigniorage (pendapatan protokol yang dihasilkan dari penerbitan UST) untuk mengakumulasi Bitcoin.

Akan tetapi kripto BTC hasil pembelian itu tidak secara langsung sebagai aset cadangan terhadap UST, melainkan direpresentasikan dengan token khusus yang nilainya tetap 1 banding 1 terhadap BTC. Penerapan ini serupa dengan token kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) yang salah satunya diterbitkan di blockchain Ethereum.

Kwon belum menyampaikan rincian soal tokenisasi ini, tetapi satu dokumen cukup panjang menjelaskan rencana mekanisme itu. Baca di laman ini.

UST saat ini mempertahankan kestabilan nilainya lewat algoritma burn and minting LUNA . Berbeda dengan stablecoin lain, misalnya USDT, UST tidak memiliki real asset sebagai underlying-nya, seperti uang dolar tunai, saham, obligasi dan lain sebagainya. [ps]

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website blockchainmedia.id. Situs https://masihnyata.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://masihnyata.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari MasihNyata.com di Google News

  • Tinggalkan komentar