Ini Penampakan Bitcoin US$1 Miliar Sitaan Pemerintah AS

masihnyata.com – Pada Kamis, 5 November 2020, Kantor Kejaksaan Distrik California Utara di Amerika Serikat (AS) memastikan bahwa lebih dari 69.370 Bitcoin (BTC), senilai US$1 miliar telah disita, terkait kasus marketplace Silk Road tahun 2013 silam. Puluhan ribu Bitcoin Gold (BTG), Bitcoin SV (BSV) dan Bitcoin Cash (BCH) juga turut serta.

Sebelumnya, pada 3 November 2020, akun Twitter Whale Alert mengabarkan adanya transaksi jumbo sebesar 69.369,164 BTC (US$955.011.600), dari address Bitcoin 1HQ3Go3ggs8pFnXuHVHRytPCq5fGG8Hbhx ke address bc1qa5wkgaew2dkv56kfvj49j0av5nml45x9ek9hz6.

Klik tautan ini untuk melihat rincian transaksi itu.

Sejak kabar oleh Whale Alert itu menyeruak, banyak orang yang berspekulasi apakah Bitcoin yang lama tak aktif itu, memang telah berhasil diretas atau mungkin si pemilik sendiri memang sudah membukanya.

Maklumlah, karena selama beberapa bulan terakhir, file penting dompet Bitcoin yang terkait address itu berseliweran di dunia maya, menanti untuk bisa diretas. Lagipula Bitcoin sebanyak itu masuk dalam daftar 100 address bersaldo Bitcoin terbesar di dunia, berdasarkan data dari Bitinfocharts.com.

Ternyata transaksi Bitcoin itu terkait dengan keberhasilan pihak berwenang di Amerika Serikat mengakses dompet (address Bitcoin 1HQ3Go3ggs8pFnXuHVHRytPCq5fGG8Hbhx), yang digunakan oleh “Individual X” (menurut Kejaksaan AS) untuk menyimpan Bitcoin hasil curian dari dompet Silk Road.

Baca Juga :   Biaya Menambang Bitcoin Turun, Mengapa Harga Bitcoin Berpotensi Tertekan?

Menurut Chainalysis yang turut membantu membedah kasus itu sejak awal tahun 2020, pada tahun 2015 Silk Road mentransfer 70.411,46 BTC ke address (1BADzn…).

Dari address itu ada transaksi sebesar 69.471,08 BTC ke address 1HQ3Go3ggs8pFnXuHVHRytPCq5fGG8Hbhx yang dikendalikan oleh si peretas, yakni “Individual X”.

Dari address itu terdapat transaksi sebesar 101 BTC yang dikirim ke bursa aset kripto BTC-e.com, yang pada tahun 2017 lalu ditutup oleh pihak berwenang AS atas tuduhan pencucian uang.

Lantas sisanya, yakni 69.370,17 BTC dikirimkan ke address baru, yakni bc1qa5wkgaew2dkv56kfvj49j0av5nml45x9ek9hz6 yang kini telah disita dan resmi milik Pemerintah AS.

“Dompet baru itu sekarang diberi label dalam produk Chainalysis sebagai ‘Silk Road Marketplace Seized Funds 2020-11-03’,” sebut Chainalysis dalam keterangannya, 5 November 2020 lalu.

Tak Hanya BitcoinBerdasarkan keterangan kejaksaan dalam dokumen dan keterangan pihak Chainalysis, tak hanya Bitcoin yang disita.

Sejumlah aset kripto lain menjadi milik pemerintah AS, yakni 69.370,10730857 Bitcoin Gold (BTG), 69.370,10710518 Bitcoin SV (BSV) dan 69.370,12818037 Bitcoin Cash (BCH). Aset kripto diperoleh, setelah diklaim, ketika terjadi hard-fork terhadap blockchain Bitcoin.

Chainalysis menyebutkan bahwa aset kripto sitaan itu nanti dikendalikan penuh pada Treasury Forfeiture Fund (TFF) di bawah Treasury Executive Office for Asset Forfeiture (TEOAF), Kementerian Keuangan Amerika Serikat.

Tentang Silk RoadSilk Road adalah pasar gelap daring besar pertama di dunia, di mana barang dan jasa terlarang, termasuk obat-obatan terlarang, dibeli dan dijual oleh pengguna situs.

Pada tahun 2013, pihak berwenang AS menutup situs Silk Road dan menangkap pemilik dan pengendalinya, yakni Ross Ulbricht pada tahun 2015 di San Fransisco. Ia dikenal dengan nama samaran “Dread Pirate Roberts”.

Baca Juga :   Bitcoin Disebut Lebih Popular Daripada Bank-Bank Besar

Menurut data Chainalysis, Silk Road menyumbang hampir 20 perse dari total ekonomi Bitcoin pada puncaknya pada tahun 2013. Aktivitas Silk Road sendiri mencapai total US$435 juta (dihitung berdasarkan harga Bitcoin/USD pada saat itu). [red]

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website blockchainmedia.id. Situs https://masihnyata.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://masihnyata.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari MasihNyata.com di Google News

  • Tinggalkan komentar