Alasan Harga Bitcoin (BTC) Belum Masuk Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

masihnyata.com – Harga Bitcoin (BTC) mencapai US$19.873 di Coinbase pada 30 November 2020 lalu. Ini telah menembus di atas US$19.000 dalam pemulihan yang membuat banyak orang terperanjat. Namun, klaim soal rekor itu masih ada silang pendapat.

Berdasarkan catatan Cointelegraph beberapa waktu lalu, di Coinbase, harga Bitcoin mencapai puncaknya di US$19.891 pada Desember 2017.

Bagi media massa berpengaruh itu, harga tertinggi sepanjang masa di Coinbase sangat penting. Penybabny adalah, secara konsisten tetap ada sebagai bursa aset kripto asal AS terbesar selama beberapa tahun terakhir.

Di bursa inilah tempat perusahaan publik MicroStrategy membeli Bitcoin senilai 250 juta pada Agustus 2020 lalu.

Kemudian juga, beberapa bursa global seperti Binance yang diluncurkan pada pertengahan 2017. Argumen yang dapat dibuat adalah bahwa bursa yang telah ada sejak 2012 memiliki lebih banyak nilai data soal harga historis. Hingga saat ini, Coinbase tetap menjadi salah satu bursa utama yang digunakan oleh investor ritel.

Harga Beragam di Berbagai BursaTahun 2017 adalah periode yang penuh gejolak bagi Bitcoin. Pada saat Bitcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa, harga mengalami perubahan 30-50 persen dalam sepekan, karena bursa pada dasarnya mengalami kekurangan likuiditas.

Baca Juga :   Citi: Bitcoin di Awal Perubahan Besar-besaran, Kian Popular!

Saat ini, rekor tertinggi berbeda dengan rasio US$300 antar bursa. Misalnya, di Kraken dan Bitstamp, BTC masing-masing berada di harga US$19.660 dan US$19.666. Pada 30 November 2020, harganya mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa di kedua bursa.

Di Binance dan Huobi, BTC mencapai puncak di US$19.799 dan US$19.867, keduanya juga mencapai harga tersebut pada 30 November 2020.

Di tanggal yang sama, Bitcoin belum mencapai rekor tertinggi baru di Bitfinex, Coinbase, dan Gemini, yang juga secara kebetulan ternama sebagai bursa tempat “para whale berkumpul”, karena tingkat ikuiditasnya yang tinggi.

Pada tahun 2017, di Coinbase yang merupakan bursa terkemuka dalam hal volume perdagangan, dan digunakan banyak trader, terlihat harga melampaui tertinggi sepanjang masa. Sebelumnya memberikan konfirmasi lebih lanjut bahwa pasar bullish resmi dimulai.

Bagi banyak trader, harga US$20.000 adalah resisten yang perlu ditembus, karena secara resmi akan menghasilkan nilai tertinggi baru sepanjang masa yang lebih meyakinkan.

Seorang trader yang diwawancari Cointelegraph menyatakan, bahwa Bitfinex adalah bursa paling likuid selama reli 30 November 2020 itu. Oleh karena itu, katanya, mengingat rekor tertinggi d Gemini dan Coinbase mendekati Bitfinex, yakni US$19.873 yang merupakan nilai tertinggi sepanjang masa yang akurat.

Bagaimana Selanjutnya?Ki Young Ju, analis aset kripto, yang juga CEO CryptoQuant meramalkan bahwa “whale” akan mencoba mencapai titik tertinggi sepanjang masa, sekaligus akan terus memberikan tekanan jual yang signifikan.

Ia mencontohkan, ketika Bitcoin mendekati rekor tertingginya di Coinbase, penjualan tiba-tiba terjadi, membawa BTC ke US$18.998 dalam dua jam. [Cointelegraph/yud]

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website blockchainmedia.id. Situs https://masihnyata.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://masihnyata.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Juga :   Selain Tesla, Ini Perusahaan yang Diperkirakan Akan Beli Bitcoin
  • Baca Artikel Menarik Lainnya dari MasihNyata.com di Google News

  • Tinggalkan komentar